Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Rabu, 16 Januari 2019

Shalat yang Ditolak

Shalat yang Ditolak

Pada suatu hari Nabi SAW menemui para sahabat, kemudian beliau bertanya “Wahai Manusia, Jauhilah Syirik yang tersembunyi”. Kemudian para sahabat bertanya, : Ya Rasulullah, Apakah syirik yang tersembunyi itu?”
Kemudian nabi SAW menjawab, “seseorang yang berdiri mengerjakan shalat. Dia mengerjekan shalatnya dengan sungguh-sungguh karena tahu ada orang yang melihatnya. Itulah syirik yant tersembunyi”.
Dari percakapan antara rasulullah saw dengan parasahabat dapat diambil peringatan buat kita semua dalam menjalankan ibadah shalat. Yaitu jangan menjalankan shalat dengan sungguh-sungguh hanya karena ada manusia yang melihatnya melainkan bukan karena Allah swt, karena hal itu termasuk jenis perbuatan syirik yang tersembunyi.
Dan syirik merupakan salah satu dosa besar karena telah menduakan Allah swt. Sebagaimana firman Allah dalam Surat al-Kahfi ayat 110 yang berbunyi:
Artinya:”katakanlah, bahwa aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku “bahwa sesungguhnya tuhan kamu itu adalah tuhan yang esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan tuhannya, maka hendaknya ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan dengan apapun dalam beribadat kepada tuhannya”.
Oleh sebab itu, kita harus menjalankan ibadah shalat ikhlas karena Allah swt bukan karena ingin di beri ”label” baik oleh manusia. Ingatlah bahwasanya Allah mengetahui apapun yang kita kerjakan, bahkan yang kita pikirkan sekalipun.
Jadi pelajaran yang dapat diambil dalam setiap hal yang kita kerjakan kuncinya adalah ikhlas lillahi ta’ala agar segala yang kita kerjakan mendapat pahala, ridlo, dan berkah dari Allah swt dan dapat dijauhkan dari segala macam bentuk syirik, sekeceil apapun syirik itu.
Arda P.W.

Kisah-kisah Teladan Pencerah Hati


Judul Buku      : Kisah-kisah Teladan Pencerah Hati  
Penulis Buku   : Achmad Mufid A.R
Penerbit           : Gallery Ilmu  
Cetakan           : I, 2010  
Ketebalan        : 142
ISBN               : 979-1519-55-2




Cerita adalah penggalan-penggalan kisah yang biasa terjadi dalam kehidupan, cerita sering kali mengandung kisah dengan beragam makna yang luas, memberikan pelajaran yang penuh hikmah kepada para pembaca dan pendengarnya. Cerita tidak hanya menjadi gambaran hidup sehari-hari, dengan cerita seseorang bisa belajar dan memetik nasehat yang tersirat di dalamnya.

Kisah-Kisah Teladan Pencerah Hati merupakan kumpulan cerita yang memiliki beragam makna, memberikan pelajaran kepada para pembaca tentang makna kehidupan dan bagaimana besarnya rahmat Allah SWT. Buku ini menceritakan beragam kisah kehidupan para Nabi, sahabat Nabi, Raja hingga pencuri dan waria. Kearifan seorang guru dalam mendidik muridnya, hingga bagaimana bersikap memberi tanpa memberikan syarat.

Tidak sedikit cerita yang akan membuat para pembaca bersyukur dan merasa penuh dosa, sehingga ingin segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Buku ini juga membuat para membaca untuk mengingat tentang rasa malu atas segala perbuatan yang telah dilakukan, serta belajar arti keikhlasan dan kebijaksanaan tanpa kata.

Achmad Mufid A.R sebagai penulis buku Kisah-kisah Teladan Pencerah hati ini menuliskan 72 cerita yang penuh hikmah, membawa kita belajar bagaimana perjuangan nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya, serta tak lupa menceritakan bagaiamana seorang pemimpin menjaga kearifannya. Membaca buku ini akan membuat hati dan pikiran menjadi lebih tercerahkan, lebih bijak serta mengingatkan kembali para pembaca bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara.

Disetiap akhir cerita, terdapat banyak nasehat yang bisa dipetik oleh para pembaca, seperti halnya jangan takut untuk berpikir dan berbicara karena pemikiran dan perkataan itulah yang akan melindungi nilai-nilai kemanusian. Penulis juga mengingatkan bahwa kehidupan dengan menanggung kehinaan dan kezaliman akan lebih mulia di hadapan tuhan daripada kemuliaan yang dihasilkan dari merampas kebahagiaan sesama.
Kisah-kisah yang diceritakan tentunya menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi para pembaca, karena tidak hanya bisa di implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga bisa di implementasikan dalam kehidupan bekelurga, peran seorang ayah, pemimpin, ibu dan anak menjadi kisah yang banyak diceritakan, agar para pembaca menyadari bagaiaman peran seorang tua terhadap anaknya, dan bagaimana peran anak dalam menghormati dan mencintai orangtua. 

Selasa, 15 Januari 2019

MEWUJUDKAN SINERGI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH 'AISYIYAH BERKEMAJUAN


Oleh: Irkhamiyati, M.IP.
Kepala UPT Perpustakaan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Jl.Ring Road Barat No.63, Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY
081328073556/085743744165

Abstrak
Mukhlis (2006) menyampaikan bahwa kemajuan tidak dapat dicapai tanpa penguasaan ilmu pengetahuan, dimana salah satu pilar ilmu pengetahuan berupa perpustakaan. Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah/PTMA merupakan Perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta terbanyak di Indonesia. Jumlah PTMA mencapai ratusan yang tersebar di seluruh nusantara. Jumlah yang banyak tersebut ternyata sangat beragam kondisinya. Ada kesenjangan yang terjadi di antara Perpustakaan PTMA. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesenjangan tersebut adalah dengan menjalin kerjasama untuk saling menguatkan. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan sinergi Perpustakaan PTMA berkemajuan.  Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mewujudkan sinergi antar Perpustakaan PTMA, mulai dari pembuatan MOU antar perpustakaan; peningkatan kualitas SDM bersama; reshourches sharing, pembuatan katalog bersama, Inter Library Loan; konsorsium, pemanfaatan  berbagai group dari kemajuan TI, dilaksanakannya diskusi dan presentasi, serta menggerakkan Forum Silaturrahmi Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Jalinan kerjasama yang kuat akan menghasilkan sinergi yang kuat pula, sehingga akan memberikan manfaat bersama. Saran yang penulis tuliskan adalah agar kerjasama antar Perpustakaan PTMA bisa lebih diperkuat dan direalisasikan untuk menghasilkan sinergi demi kemajuan perpustakaan bersama-sama.

Kata Kunci: kerjasama, sinergi, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Muhammadiyah, 'Aisyiyah, FSPPTMA, berkemajuan.


Senin, 14 Januari 2019

106 Tahun Muhammadiyah: Ta’awun Untuk Negeri : BERUBAH UNTUK KEMAJUAN


Efek Samping Perubahan
Kata sebagian orang, tiada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan. Artinya dalam kehidupan manusia diperlukan adanya perubahan terus menerus. Perubahan pada diri seseorang akan memengaruhi perubahan pada lingkungan dan kinerja lembaga (perpustakaan). Kemudian dalam dimensi kepustakawanan, perubahan itu meliputi dua dimensi. Yakni dimensi berubah dengan inovasi dan dimensi dirubah oleh keadaan dan situasi. Kalau dunia kepustakawanan tidak berusaha berubah dengan kreativitas, keberanian, dan inovasi, maka dalam perjalanannya akan dirubah oleh berbagai faktor, profesi, atau orang lain.
          Perubahan kepustakawanan merupakan merupakan keniscayaan karena faktor internal dan eksternal. Tuntutan perubahan  internal didorong adanya adanya perkembangan ilmu pengetahuan, profesi, dan sistem layanan. Kemudian perubahan eksternal didorong oleh tuntutan kualitas akses informasi masyarakat, perkembangan profesi lain, dan perkembangan teknologi informasi. Apabila profesi kepustakawanan tidak berani dan tidak sinergi, maka akan diintervensi oleh profesi lain.
            Perubahan dari faktor eksternal ini perlu diantisipasi dan dicari solusinya. Apabila pengaruh luar itu tidak dicari solusinya, maka profesi kepustakawanan akan terpinggirkan. Oleh karena itu segala bentuk intervensi dan pengebirian profesi itu harus diminimalisir oleh pustakawan, kalau profesi ini tidak ingin dimarjinalkan.
            Perubahan adalah cara pustakawan mempertahankan diri sebagai tenaga profesi, tenaga fungsional, dan tenaga kependidikan di era global ini. Di era ini, pustakawan harus mau bekerja  keras bersinergi untuk tetap eksis dan mampu menunjukkan kinerja yang profesional. Para ilmuwan dan profesional kepustakawanan dalam menghadapi era global ini bukan sekedar ancaman yang dihindari. Tetapi era kesejagatan ini dijadikan tantangan  yang harus dihadapi.
            Pustakawan sebagai fungsional dan profesi merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat maju. Semakin maju masyarakat, semakin banyak membutuhkan informasi, baik kualitas maupun kuantitas Di satu sisi, kita perlu memahami bahwa kini masyarakat kita tengah berubah menuju masyarakat informasi (information society).
            Usaha perubahan menuju keadaan yang lebih baik perlu ditangani secara baik. Apabila penanganan perubahan itu buruk, maka sangat mungkin justru menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Hal-hal serius ini misalnya; stress, menurunnya motivasi, rendahnya kinerja, kepailitan, bahkan resistensi terhadap perubahan itu sendiri.
1.Stress.
Stress adalah situasi ketegangan atau tekanan emosional yang dialami seseorang sebagai akibat adanya tekanan, hambatan, penderitaan, dan kesulitan. Ketegangan ini bisa memengaruhi emosi, pikiran, dan konflik fisik. Bahkan bisa menimbulkan perilaku yang aneh-aneh. Kemudian orang lain menganggapnya nyleneh.
      Stress merupakan keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psiklogis. Kita kadang tidak bisa terhindar dari tekanan internal maupun tekanan eksternal. Bahkan stress ini kadang kurang kita pahami. Oleh karena itu, perlu dipahami gejala-gejala stress antara lain;
  1. Sesak nafas;
  2. Berkeringat dingin;
  3. Jantung berdebar-debar;
  4. Tegang;
  5. Marah
  6. Agresif/melawan.
Dalam mengantisipasi munculnya stress pada diri kita perlu adanya pencegahan. Dalam dunia kedokteran dan kesehatan sering diingatkan bahwa pencegahan itu lebih murah dan lebih mudah daripada pengobatan. Maka cara pencegahan stress antara lain;
  1. Melakukan relaksasi;
  2. Melakukan olah raga;
  3. Menjaga asupan gizi yang seimbang;
  4. Melakukan rekreasi;
  5. Berkebun, beternak;
  6. Membaca Al quran;
  7. Berdzikir;
  8. Memperbanyak shalat tahajud
Sungguh besar manfaat shalat tahajud. Hal ini dapat kita pahami dalam Q.S. Al Isra’: 79 – 80 yang artinya:”Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke posisi yang terpuji. Dan katakanlah (Muhammad) Ya Tuhanku, masukkan aku ke posisi yang benar, dan keluarkan (pula) ke posisi/solusi yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong (ku).
Stress dapat diantisipasi lebih dini antara lain dengan memahami gejala stress. Hariandja (2002) menyatakan bahwa gejala stress antara lain:
  1. Gejala fisik, yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada metabolisme organ tubuh seperti  pada denyut jantung yang meningkat, tekanan darah yang meningkat, sakit kepala dan lainnya;
  2. Gejala psikologis, yakni adanya perubahan-perubahan sikap pada seseorang,  misalnya ketegangan, kegelisahan, ketidaksenangan, kebosanan, dan lainnya;
  3. Gejala keperilakuan, yakni adanya perubahan-perubahan yang menyebabkan tingkat produktivitas menurun, minim kreativitas, dan semangat kerja berkurang. Gejala ini juga ditunjukkan dengan ketidakhadiran yang tinggi, minum minuman keras, mabuk-mabukan, sulit tidur dan lainnya.
Bersambung

Lasa Hs







Minggu, 13 Januari 2019

IMPLEMENTASI INSTITUSIONAL REPOSITORI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA

Oleh: Khairun Nisak
Pustakawan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

                                                ABSTRAK

Adanya sumber informasi yang access membuat mahasiswa mendapat keuntungan. Mahasiswa dapat mengakses informasi sebanyak-banyaknya dan tanpa ada yang membatasinya. Hal tersebut kadang tidak berbanding lurus dengan ketersedian sumber informasi yang open atau geratis. Masih sedikitnya informasi yang open atau geratis ini menjadi rujukan bagi sebuah Institusi terutama perpustakaan Perguruan Tinggi untuk membuat atau memberikan layanan sumber informasi yang relevan dan dapat diakses oleh civitas akademika kapanpun dan dimanapun. Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sedang mengembangkan Institusional Repositori yang nantinya dapat memudahkan mahasiswa mendapatkan sumber informasi berupa Tugas Akhir Mahasiswa yang dapat diakses dan didownload. Agar semuanya berjalan dengan lancer maka harus ada kesiapan Sumber Daya Manusia dan Sarana prasarana. Sumber Daya Manusia yang dibutuhkan antara lain adalah Pustakawan dan tenaga teknologi Informasi Awalnya ada beberapa pilihan yang di tawatkan oleh perpustakaan kepada Tenaga Teknologi Informasi untuk dipelajari. Ada e-Print, DSpace dan yang lainnya. Dengan beberapa pertimbangan yang ada maka Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta memutuskan untuk menggunakan e-Print. 

 Keyword: institusional repositori, perpustakaan digital, open sources